Analisis puisi Lagu Malam Braga
Sunyi yang kusimpan
Dalam tungku perasaan
Kini jadi api. Jalanan menyala
Lampu-lampu menawarkan khuldi
Deru kendaraan yang sesekali
Keloneng becak
Bagai gumam yang dingin. Deretan pintu
Dan barisan tiang listrik yang bisu
Ada yang tak mampu kubeli
Dengan seluruh ketelanjangan
Tapi ada yang harus kudaki, harus kusetubuhi
Hakikat sunyi. Malam lindap di bawah bulan
1984
Braga adalah sebuah jalan di Kota Bandung, namun bagi penulis Braga adalah suatu tempat di mana ia merasakan cinta dan kesepian. Maka dari itu, tema dari puisi ini adalah cinta. Walaupun begitu, cinta yang ia rasakan disertai dengan rasa kerinduan. Puisi karangan Acep ini sangat singkat dan langsung menuju kesimpulan, yaitu perasaan mendalam terhadap seseorang yang dekat dengan pembicara.
Puisi yang dikarang oleh Acep membicarakan subyek lirik yang sedang sedih. Nada bicaranya seperti orang yang kesepian. Si subyek lirik mengajak bicara dirinya sendiri (ia mengekspresikan perasaannya seakan-akan untuk diri sendiri). Selain merasa sedih, penulis seperti meluapkan amarah terhadap orang yang dituju oleh puisi ini yang dibuktikan di bait pertama.
Suasana yang digambarkan adalah keadaan sangat sepi, sedih, dan sunyi. Ada ketegangan yang bisa dirasakan dari cara penulis menuliskan puisi tersebut, seperti pada kalimat “Hakikat sunyi. Malam lindap di bawah bulan” terlihat bahwa suasana yang digambarkan adalah sepi.
Puisi karya Acep tidak mengikuti bentuk puisi biasanya yang terikat pada rima dan bait. Puisi Lagu Malam Braga ini tetap memiliki bait, namun tidak ada rima dan terkesan sangat modern. Tidak ada bunyi rima akhir di puisi ini. Tidak ada asonasi dan literasi. (puisinya sangat modern) dalam puisi tersebut, penulis menggunakan imaji penglihatan dan perabaan. Acep pun juga menggunakan berbagai metafora di dalam puisi tersebut. Seperti, “Dan barisan tiang listrik yang bisu.”
Puisi Lagu Malam Braga karya Acep menggunakan bahasa formal. Kata-kata yang digunakan mudah dimengerti walaupun terdapat kata yang sulit untuk dimengerti seperti ‘lindap’ namun makna tersirat dari puisi susah ditemukan karena susunan kata yang sangat formal dan kompleks.
Adinda, Kinyis, Caca, Aidan

Komentar
Posting Komentar